Jika Cinta Harus Memilih: Dekat Atau Jauh Di Mata

Submitted on 21 December, 2009 by Sinta91 |

Hai kawan-kawan semua. Aku punya suatu situasi yang cukup rumit dan ingin curhat disini untuk keluarin segala uneg-uneg dan kebingungan di hati. Langsung ajah yah aku ceritanya.

Aku sekarang ini duduk di kelas 2 SMA, dan saat ini belum punya pacar. Bukan karena tidak ada yang mencoba mendekati, tetapi karena memang pilihan pribadi saya untuk fokus kepada pelajaran sekolah dulu. Ini adalah keputusanku sejak kelas 1 SMP, tetapi sekarang sepertinya sudah berubah.

Aku merasa, justru sepertinya dengan adanya perhatian dari seorang pacar, aku semakin lebih mendapat dorongan untuk berprestasi dan berbuat lebih untuk diriku sendiri. Aku sudah mendapat ijin dari kedua orang tuaku. Namun yang menjadi dilema adalah bukan dari sisi tersebut.

Begini yah, ada dua orang cowo yang sudah mencoba mendekati aku dan sudah jelas memberikan konfirmasi bahwa dia tertarik kepadaku.

Yang satu ini, sebutlah namanya Doni (nama samaran). Aku dan Doni sudah kenal sejak kita masuk SMP. Kebetulan kita selalu berada di dalam kelas yang sama dan sering sekali kita berada di dalam grup belajar kelompok yang sama.

Sudah sewajarnya, kita sering berdialog, pertama-tama mengenai pelajaran sekolah, namun setelah bosen, kita bisa ngalor ngidul ngobrol lepas tentang hal-hal lain. Aku menganggap Doni sebagai salah satu teman baiku, dan aku tidak punya perasaan apa-apa terhadap dirinya sama sekali pada mulanya.

Namun suatu hari, teman-teman mulai menggoda aku, kalau aku sudah ditembak Doni dan sudah menjadi sepasang kekasih. Aku malu sekali dan jelas aku menyangkalnya. Keadaan menjadi tambah ribet ketika sahabat-sahabat Doni juga mulai ikut menggoda.

Memang benar Doni adalah satu-satunya teman baiku yang cowo. Dan aku tidak punya teman cowo lainya.

Singkat cerita, keadaan begitu mengganggu pelajaranku sehingga aku memutuskan untuk menjauhi Doni dengan cara apapun. Tidak mau duduk berdekatan dengan dia, ataupun masuk dalam satu grup belajar kelompok. Selalu mencari alasan tidak mau menerima telepon dari Doni lagih, karena kita sudah tidak punya topik jelas untuk jadi obrolan.

Suatu ketika, Doni menghampiri aku dan mencegatku, dia minta maaf atas gangguan yang disebabkan atas dirinya dan dia mengakui kalau dia memang benar suka aku. Tetapi dia rela menunggu sampai aku siap, dan dia mau memberi aku jarak agar aku bisa fokus terhadap pelajaranku. Aku tidak menjawab dan aku pergi meninggalkan dia.

Kejadian itu adalah 4 tahun yang lalu pada saat aku dan Doni duduk di bangku 1 SMP. Pada saat kelulusan SMP, Doni pergi untuk sekolah di luar negri. Sampai saat ini aku dan Doni memang masih berhubungan lewat email. Kadang Doni pun menelponku untuk ngobrol singkat pada hari tertentu seperti Valentine’s Day dan hari ultahku.

Terus terang, aku siap sekarang, seandainya Doni nembak. Tetapi rasanya memang tidak ada gunanya untuk terburu-buru karena Doni tidak disini. Lebih baik memang menunggu nanti pada saat Doni sudah selesai sekolah dan tinggal disini.

Ya, itu cerita tentang Doni.

Masalahnya adalah, ada seorang cowo lagih yang bener-bener mirip dengan Doni di sekolah. Doni tidak mengenal dia, karena dia adalah murid pindahan dari sekolah lain yang masuk pada waktu 1 SMA. Sebut saja namanya adalah Edwin (nama samaran).

Dengan mudah Edwin merebut perhatianku karena dia mengingatkan aku tentang Doni. Dan dengan situasi aku sekarang ini yang sudah siap punya pacar, aku bingung karena di dalam hatiku aku merasa diharuskan untuk memilih. Sedangkan aku dengan Doni ataupun dengan Edwin tidak punya komitmen apa apa saat ini.

Dan lebih gawatnya lagih, aku mendengar gosip dari sahabat-sahabatku, kalau Edwin berencana untuk menembak aku pada saat liburan Tahun Baru nanti. Hati aku gelisah sekali mengetahui hal itu.

Haruskah aku terima kalau Edwin nembak?

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • email
  • LinkedIn
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • Twitter

Posted in Love

One Comment

  • angels says:

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    ea semua keputusan tergantung dgn diri kamu,kamu lbh nyaman dekat dgn cpa?apalagi km sm doni dah kenal dr waktu SMP dan kamu knl sama edwin baru sebentar padahal kamu dah tahu perasaan doni sama kamu seperti apa,tp kalau menurut aku coba deh kamu tanya lagi sama doni apa dia benar”serius cinta sama kamu krn sebenarnya aku jg pernah sih ngalamin kayak kamu gini disukai sama dua cowok tp kalau aku ttp sama prinsip aku ingin fokus dulu sama sekolah dan buat aku jgn pernah merasa sepi krn tanpa kita sadari banyak orang yg sayang dan perhatian sama kita jd jangan pernah kamu merasa sepi percaya sama TUHAN dan yakin kalau TUHAN akan selalu memberikan yg terbaik.

Leave a Comment


RSS